Home Contact Us Disclaimer Privacy Police
Home  ›  Google  ›  Kabel  ›  Network  ›  PABX  ›  Telepon

Tutorial cara Instalasi Jaringan Telepon PABX Lengkap

Tutorial cara Instalasi Jaringan Telepon PABX Lengkap

Tutorial cara Instalasi Jaringan Telpon PABX Lengkap

Untuk instalasi Jaringan Telepon PABX terbagi menjadi dua bagian, yaitu (1) Instalasi jaringan Kabel Telepon sesuai dengan kebutuhan Extensien atau titik telepon , (2) Instalasi Program PABX atau Setting Program PABX.

1. Instalasi jaringan Kabel Telepon sesuai dengan kebutuhan Extensien atau titik telepon

Yang dimaksud dengan instalasi biasanya mencakup area dari titik pesawat cabang (extention) sampai Panel Utama. terdiri dari pasang socket outlet telepon, pengkabelan, penyambungan di terminal hubung sampai Panel Utama /MDF (Main Distribution Frame).

* Istilah yang sering digunakan:
  • Pair = (pasangan) ini adalah satuan jumlah kabel telepon, karena instalasi telepon minimal menggunakan 1 pasang (pair) kabel.
  • TB = Terminal Boxs, adalah boks yang berfungsi sebagai penghubung antara kabel cabang dan kabel distribusi menggunakan terminal, baik yang menggunakan soldered maupun menggunakan terminal sisip. Namun saat ini hampir semua terminal menggunakan sistem sisip.
  • IDF = Intermedite Distribution Frame, penghubung antara TB dan MDF
  • LSA = jenis terminal sisip
  • ITC = Indoor telephone cable/ kabel telepon dalam gedung, kabel jenis ini biasanya dipasang didalam tembok, plafond, terlindungi dari tekanan, panas maupun air. Biasanya kabel ini dilindungi dengan pipa HIC (high impac conduit).
  • OTC = Outdoor telephone cable/ kabel telepon untuk digunakan di luar gedung. Biasanya yang dimaksud dengan kabel ini adalah kabel telepon multipair yang diisolasi dengan pvc+polyethylene dan spiral baja+selubung almunium dilumuri petrojelly biasa disebut jelly steel. ukuran kabel umumnya yang dipakai 0,6mm2
  • SLT = Single Line Telephone, istilah yang digunakan untuk telepon konvensional seperti telepon rumahan.


CARA PENYAMBUNGAN

dalam menyambung kabel telepon, terutama di terminal boks yang berkapasitas besar, butuh penataan penyambungan. agar tidak pusing melihat gerombolan kabel, mari kita ulas.
Kabel telepon umumnya dipilin 2pair terdiri dari warna Biru-Merah-Hitam-Putih. Bila kabel itu 10 pair, maka terdapat 5 gerombol kabel 2pair dengan tiap tiap gerombol terdapat 1 kabel pembeda. kita amati berikut :

dalam kabel 10 pair terdapat:
1. Biru-merah-hitam-putih
2. Oranye-merah-hitam-putih
3. Hijau-merah-hitam-putih
4. Coklat-merah-hitam-putih
5. Abuabu-merah-hitam-putih
kabel tersebut disambungkan ke LSA 10 Pair maka susunannya:

Biru-Merah Hitam-Putih Orange-Merah Hitam-Putih Hijau-Merah
1 2 3 4 5





Hitam-Putih Coklat-Merah Hitam-Putih Abu_Abu-Merah Hitam-Putih
6 7 8 9 10
untuk mudah mengingat maka bisa disingkat BOHCA
Sepuluh pair selanjutnya mengikuti siklus diatas, bedanya hanya pada lingkaran luar/dalam dan pita putih/kuning/merah. untuk lebih yakin ya diuji aja tiap 10 pair, misal di 10p pertama, diujung disambung warna biru, 10p ke 2 warna Oranye, dst, maka bila di avo diujung satunya bisa ketahuan.
Sebagian kabel menggunakan kode warna dan titik. misal titik 1 titik 2 dst. atau variasi BOHCA dan titik/ belang. namun yang umum dipakai adalah kode warna BOHCA. sedangkan kabel jenis yang menggunakan kode titik/belang biasanya kabel indoor bawaan mesin PBX untuk menyambung ke amphenol 25pair (mirip paralel port pada computer).
Sedangkan untuk menyambung di socket outlet telepon, bila pesawat teleponnya adalah SLT, maka hanya butuh 1pair kabel.
menyambungnya:
  / ------ \
| 3 1 2 4 |
  ----------
Tutorial cara Instalasi Jaringan Telepon PABX Lengkap
Configure Pin RJ untuk Co line


Tutorial cara Instalasi Jaringan Telepon PABX Lengkap
Configure Pin RJ untuk Ext

pada socket telepon kita hanya memakai terminal 1 dan 2 saja, sedang 3 dan 4 untuk telepon khusus. maka sambungkan saja kabel 1pair tersebut ke terminal 1 dan 2 (yang ditengah tengah)

Alat yang digunakan untuk koneksi telepon:

insertion Tool = alat untuk menyambung kabel kedalam terminal LSA
Disconnection plug = alat sisip pemutus sambungan LSA bagan atas dengan bawah, gunanya melacak short
Tes cord = alat sisip untuk uji baik dg avometer maupun telepon.
Arester = Pengaman PABX dari tegangan bocoran

Untuk lebih banyak mengenal peralatan terminasi telepon, silahkan gogling "krone" ini salah satu yang banyak dipakai untuk terminasi telepon.

kabel telepon yang tersedia di pasaran

ITC
=1p,2p,6p,10p,20p,30p,40p,50p,60p,80p,100p (0,6mm)

Areal cable
=10p,20p,30p,40p,50p,60p,80p,100p,120p (0,6mm; 0,8mm; 1mm)

Dropwire =10p,20p,30p,40p,50p,60p,80p,100p,120p,150p,200p,250p,300p,400p,500p,600p,800p,1000p,1200p (0,4mm)

JELLY ARMOURED CABLE =10p,20p,30p,40p,50p,60p,80p,100p,120p,150p,200p,250p,300p,400p,500p,600p,800p (0,6mm; 0,8mm)


Tutorial cara Instalasi Jaringan Telepon PABX Lengkap
Maksimum Jarak Kabel Extension Wiring (kabel twisted)


PERALATAN UTAMA
Dalam pekerjaan Telepon, yang termasuk dalam peralatan utama adalah MDF telepon, PABX, Instalasi MDF ke PABX, Programming, dan beberapa pekerjaan lain yang berhubungan.

PABX/PBX = Private Automatic Branch Exchange atau dalam bahasa indonesia STO = Sentral Telepon Otomat. Untuk ukuran kecil biasanya disebut Key Telephone, mungkin karena kebanyakan fungsinya untuk membatasi penggunaan telepon pada hal hal yang dianggap tidak penting.

MDF (Main Distribution Frame)
merupakan kabinet bertemunya seluruh sambungan instalasi telepon, baik dari cabang maupun dari luar (CO Line). MDF ini memiliki dua sisi koneksi, 1 sisi koneksi untuk kabel dari TB, IDF maupun dari Telkom (CO line). sedangkan sisi lainnya murni dari unit PABX. Kedua sisi tersebut
nantinya dihubungkan menggunakan kabel jumper (hubung), kabel 1core yang dililit sepasang, berwarna hitam-putih, atau merah-biru dll.

Arester biasanya dipasang di sini pada kabel kabel yang alurnya kemungkinan terkena imbas petir dll.
Dan jangan lupa, label serta keterangan lengkap tiap titik pada masing masing terminal harus ditempel di masing masing sisi, agar memudahkan pengerjaan, pemeriksaan dan perawatan.

Untuk pengerjaan pengkabelan pada sisi PABX, biasanya setiap mesin sudah diberi buku petunjuk instalasi dan programmingnya. jadi baca dulu sebelum bekerja.

dalam buku tersebut biasanya terdiri dari:

- Manual Hardware, berisi nama nama komponen, cara pemasangannya ( Unit, Power supply, card, Bat backup), penyambungan kabel dari MDF ke PBX,

- Manual Software, berisi langkah langkah pemrograman, bila ada default program (Panasonic) atau auto detec card (asplia-ex), ya bisa digunakan agar bisa menyingkat waktu. tinggal beberapa bagian diatur, misal, restric class, mana saja yang bisa outgoing mana yang dibatasi atau penomoran yang disesuaikan dengan ruang.

- User Guide, berisi cara cara penggunaan PABX tersebut.

Agar dapat gambaran, umumnya saat ini PABX menggunakan Ampenol 25pair, atau menggunakan koneksi RJ61 (4pair). untuk RJ61, karena bersifat khusus, maka ikutilah manual booknya, bila tidak ada bisa identifikasi sendiri.

Pada dasarnya instalasi telepon adalah menyambungkan titik SLT sampai PABX menggunakan kabel 1pair tanpa dicabang.

Saat ini PABX telah berkembang dari sekedar perangkat telepon menjadi IP-Phone. Misal, PABX sekarang bisa berfungsi menjadi Router, Hub, Switch selayaknya jaringan komputer. Setiap pesawat cabang bisa menjadi IP-Phone dan bisa disambungkan dengan komputer selayaknya teknologi VDSL. ini mengirit panjang dan jumlah kabel instalasi. dari 8 menjadi 2 kabel dan teknologi VDSL bisa menjangkau sampai 3 km, bandingkan dengan instalasi data konvensional.


Related Post:


SOFTWARE + PROGRAM
Cara program, bisa menggunakan PC yang telah diinstall softwarenya atau kita pakai pesawat operator yang memiliki display. misal pada aspila ex pada awal programing menggunakan pesawat opr ext 200 (port 1)

1. jangan angkat handset tekan call
2. tekan #*#*
3. tekan pasword : 12345678 (ini pasword default admin klas 2 yang bisa mengakses seluruh program) atau 0000 (pasword klas 3 default mesin) atau 9999 (pasword klas 4 default mesin)
4. tekan kode program (ingat harus tau benar, kalau belum tahu, belajar dulu).
5. Tekan MSG untuk keluar root program, tekan HOLD untuk Enter, CONF = Back Space, VOL up/down = pindah ext dalam program, FLASH = Pindah baris pada display program.
6. Tekan SPK untuk menyimpan data yang baru diisikan maka dalam layar muncul tulisan "saving system data" lalu "complete data save" bila dah kelar.

Untuk panasonic misal KXTE
1. tekan tombol PROGRAM
2. tekan *#
3. tekan Pasword :1234 (default mesin untuk admin yang bisa mengakses seluruh program)
4. kode program (panasonic ini menggunakan 3 digit kode program).
misal bikin pasword pribadi maka
tekan 002 NEXT pasword barumu STORE END

1. tekan tombol PROGRAM
2. tekan **
3. tekan Pasword :1234 (default mesin untuk user yang bisa mengakses seluruh program)
4. kode program
5. NEXT .....
6. STORE END

Untuk PABX NEC bisa dibuka di Dterm Phone.
paswordnya TRF * TRF # 12345678 (ini kalo gak dirubah teknisinya dan kalo benar)

Billing system mirip billing system pada wartel.
Tutorial cara Instalasi Jaringan Telpon PABX
Setelah melihat dan memahami gambar diatas, anda mengerti bahwa untuk instalasi kabel jaringan telepon PABX sampai Aktif yang harus di perhatikan ialah pada warna Kabel yang terdapat pada kabel jaringan telepon, di dalam kabel UTP pada kabel telepon biasanya terdapat warna Biru, Orange, Hijau, Coklat dan Abu-abu. Sedangkan di gambar di atas acuannya warnanya  yaitu Hijau, Biru, Merah dan Hitam. Untuk fungsi warna di dalam kabel sebagai berikut:

  1. HIJAU   :  DIGITAL
  2. BIRU      :  ANALOG
  3. MERAH :  ANALOG
  4. HITAM   : DIGITAL
  • Point A (PABX) menuju ke point B (LSA KRONE) menggunakan koneksi kabel ,mengantarkan arus Analog dan Digital hingga sampai ke Point B (LSA KRONE). Di port Extention PABX yang bertuliskan Jack 01 ,masukan kabel yang sudah terpasang pin RG11 kedalam Port Extention PABX Jack 01 menggunankan panduan warna 1,2,3,4 , akan tetapi ketika anda sudah berada di Point B (LSA KRONE) , anda bisa menggunakan LSA no.1 untuk Analog dan LSA no.2 Untuk Digital, agar memudahkan anda dalam melakukan maintenance dan pengecekan ketika ada masalah.
  • Lalu dari Point B (LSA KRONE) menuju Point C telepon Menggunakan kabel, mengantarkan Analog dan Digital sampai ke Point C telepon. lalu ketika tiba pada Point C telepon anda lakukan pemasangan RG11 dengan menggunakan panduan warna 1,2,3,4 karena antara Port/Jack PABX dan Port Telepon menggunakan urutan yang sama.
  • Lalu Point D (PSTN) menuju ke Point A (PABX) masuk ke dalam port line ,sebagai input agar PABX bisa tersambung koneksi dengan External ( Interlokal , Lokal , HP ) .

Jika anda semua penasaran untuk mempraktekan tutorial Pemasangan PABX Panasonic diatas , silahkan mencoba. Akan tetapi anda juga harus mempersiapkan alat-alat serta kebutuhan  pendukung untuk melakukan Pemasangan PABX , seperti : 

  1. Tool Krone : untuk memasukan/menancapkan kabel ke dalam LSA Krone
  2. Tank Crimping : untuk menjepit kabel telepon kedalam rg11
  3. LSA Krone : sebagai terminal untuk mengkoneksikan kabel telepon dariPABX ke Extention 
  4. RG11 : Pin yang digunakan untuk masuk ke Port extention PABX dan porttelepon
  5. Kabel Ampenol : kabel telepon yang berisi banyak pair ,akan tetapi tergantung seberapa pair yang akan kita pakai ,semisal ada yang 10 pair ,20 pair dan seterusnya, tergantung kebutuhan kapasitas PABX dan kapasitastelepon.
  6. Serta Tank Potong untuk menggunting kabel telepon, akan tetapi kalau agan mempunyai gigi yang tajam juga ga ada masalah kalo kabelnya digigit aja biar cepet putus..hehehe...
  7. Test Phone adalah telepon portable untuk mengecek tone extention.




2. Instalasi Program PABX atau Setting Program PABX.


CARA SETTING PROGRAM PABX TDA series Mengunakan PESAWAT DIGITAL :
Artikel ini menjelaskan cara cepat untuk memprogram PABX Panasonic type TDA dengan menggunakan Digital Key Telephone.
Tapi cara ini tidak disarankan untuk melakukan setting program jika banyak fitur-fitur yang akan diprogram, karena pada mode pemprograman menggunakan Digital Key Telephone, banyak fitur atau setting yang tidak bisa di program menggunakan pesawat telephone, sebaiknya gunakan UPCMC atau software untuk memprogram PABX Panasonic type TDA.Persiapan:

Reset PABX.

Ini berguna biar semua nilai dari programnya kembali ke nilai standar atau default value.
Cara meresetnya:
  • PABX siap untuk diprogram dengan default factory value, ini akan memudahkan kita untuk memulai program.
  • Naikkan switch pada card MPR ke arah System Initialize.
  • Hidupkan PABX.
  • Setelah beberapa detik, turunkan switch ke arah Normal

Memulai Program:

  • Pesawat telophone digital di colok di jack pertama / port pertama, pada TDA 100D, no extentionnya 101.
  • Jika menggunakan Card Digital (DLC, DHLC, dll) selalu ada di posisi port pertama.
  • Masuk ke menu program:
  • [Program] [*#1234]
  • Kemudian masuk ke nomer kode program, pada telephone ini, untuk masuk ke dalam code program harus menekan tombol [Enter], sedang tombol [Sp-Phone] lebih banyak dipakai untuk menuju menu selanjutnya.Jika ada salah program, tidak perlu menekan tombol [Hold] untuk kembali ke menu asal, cukup tekan tombol [Cancel] maka sub menu program akan kembali ke direktory kode program yang sedang dipakai.Setting TRS level:
[301] [Enter] masuk ke
[Level No: isi 2] [Location No: isi 001] [isi dengan nilai 00] [Enter] dan
[Sp-Phone] ini untuk pindah ke [Location No 002: isi 100] [Enter] [Cancel] [Cancel] Sampai tampilan dilayar Level No.
[Level No: isi 3] [Location No: isi 001] [isi dengan nilai 0] [Enter] [Location no 002: isi 100] [Enter] [Cancel] [Cancel]
[Level No: isi 4] [Location No: isi 001] [isi dengan nilai: 00] [Enter]
[Sp-Phone] [01][Enter]

[Sp-Phone] [02] [Enter]

[Sp-Phone] [03] [Enter]

[Sp-Phone] [04] [Enter]

[Sp-Phone] [05] [Enter]

[Sp-Phone] [06] [Enter]

[Sp-Phone] [07] [Enter]

[Sp-Phone] [0809] [Enter]

[Sp-Phone] [09] [Enter]

[Cancel] [Cancel][Level No: isi 5] [Location no : 001] [isi dengan nilai: 1] [Enter]

[Sp-Phone] [2] [Enter]

[Sp-Phone] [3] [Enter]

[Sp-Phone] [4] [Enter]

[Sp-Phone] [5] [Enter]

[Sp-Phone] [6] [Enter]

[Sp-Phone] [7] [Enter]

[Sp-Phone] [8] [Enter]

[Sp-Phone] [9] [Enter]

[Sp-Phone] [0] [Enter]Tekan tombol [Hold] untuk kembali kemenu system program.

Keterangan:
Jika sudah selesai setting ini, maka akan terbentuk nilai standar

COS 1 = Bebas Menelepon Keluar

COS 2 = Bisa SLJJ, HandPhone, Lokal, tidak bisa SLI

COS 3 = Hanya bisa Lokal

COS 4 = Hanya bisa Handphone

COS 5 = Hanya interkom, tidak bisa menelepon keluar.

Programming: Untuk daftar lengkap code program bisa dilihat di Daftar kode program TDA

Setting Line / Trunk yang terpasang:


Pada TDA, jumlah line yang bisa terpasang tergantug dari card, ada yang 8, 16, atau 24, tapi tidak semua line ini dipakai. Tergantung dari jumlah line yang kita dapat dari provider (nomer telkom, gsm, dan lain sebagainya).

Jika line yang ada HANYA ada misal 4, maka sisanya (5-6-7-8) harus kita matikan atau Out Of Service, agar tidak terambil line yang kosong sewaktu mau menelepon keluar. Caranya:

Masuk ke program
  • [400] [Enter] [Slot No tempat Card CO terpasang] [Port No: Isi port yang tidak terpakai] pilih menggunakan tombol [Auto Ans] sampai tampilan dilayar [No Connect] [Enter]
  • Tekan tombol [Sp-Phone] atau tombol [Panah Bawah] untuk pindah ke port selanjutnya.
  • Ulangi sampai semua port yang tidak terpakai didiskonek dari pabx.

Setting Dering:
  • Untuk setting dering ini,secara defaultnya meski tidak di program akan berdering di extension 101.
  • Jika ingin mengubahnya maka bisa di program di [450]
  • Formatnya: [450] [Enter] [Time No] [Slot No] [Port No] [Destination No] [Enter]

Keterangan:

[Time No] = 1/2/3/4
1 untuk Day Mode, 2 untuk Lunch mode, 3 untuk Break Mode, 4 untuk Night Mode. Default setting mode tidak otomatis, hanya Day Mode.

[Slot No] = 01 sampai 10
Slot no ini, tergantung dimana card CO dipasang di PABX.

[Port NO] = 01 sampai 16
Port tempat terpasangnya line dari luar. Jika hanya ada 4 line dan dipasang berurutan, maka cukup program sampai port 4.

[Destination No] = Nomer Extension / ICD / OGM / Group dll.
Ini tujuan dering dari line di port yang terpasang. Jika hanya ada 1 operator, maka cukup masukkan no extension operator tersebut pada [Destination No].

Setting COS / restrict / pembatasan penelponan:
Untuk setting pembatasan suatu extension bisa menelpon keluar, maka bisa di program di code program no [ 602].

Formatnya:
[602] [Enter] [No Extension yg akan dibatasi] [COS No] [Enter]

Keterangan:
[COS No] seperti keterangan diatas sebelumnya:
Isi dari 1 sampai 5 sesuai dengan fasilitas yang diberikan pada extension tadi.

Setting Password:
Jika ada beberapa pesawat yang dikunci akses untuk menelpon keluar, tapi bisa menggunakan password untuk melakukan penelponan keluar, maka bisa di program di 2 tempat, yaitu code no [120] dan code [122]
Formatnya:
[120] [Enter] [Location No] [Verified Code] [Enter]

untuk program no:

[122] [Enter] [Location No] [PIN] [Enter]

Keterangan:

[Location No] adalah tempat password tersebut di tempatkan, atau nomer urut password.

Jika kita mau membuat misalnya passwordnya 123456, maka pada pemrograman harus di pecah jadi 2, misal 123 dan 456.

[120][Enter][001][123][Enter]

[122][Enter][001][456][Enter]

Misal mau membuat password 567890:

[120][Enter][002][567][Enter]

[122][Enter][002][890][Enter]

Ini program sederhana dengan menggunakan pesawat telepon digital, untuk fitur standar yang sering dipakai.

Cara Merubah Nomer Extension pada PABX Panasonic TDA /TDE/NS series
Cara merubah nomer extension pada PABX Panasonic TDA series juga berlaku untuk type PABX Panasonic TDE.Syaratnya cuma 1, yaitu TIDAK boleh ada nomer yang sama. Maksudnya, nomer yang akan diubah tidak dipakai oleh nomer extension lain atau Fitur pada system PABX.Merubah nomer extension pada artikel ini menggunakan software UPCMC, sebenarnya dengan menggunakan Digital Key Phone juga bisa tetapi lebih ribet dan rumit.Caranya:

Masuk ke menu 2. System -> 6. Numbering Plan -> 1. Main
Numbering PlanNomer yang akan diubah HARUS sudah ada awalan atau leading number.

Pada contoh diatas kita mau merubah extension menjadi 8001 jadi diawalan leading numbernya harus ada 80.Tapi permasalahannya, begitu kita apply, system akan menolak awalan ini karena awalan 8 sudah ada yang memakainya.Pada pabx diatas tidak ada awalan extension dengan awalan 8, tetapi di menu lain atau di fitur ada yang memakai 8. Jadi kita harus merubah awalan di fitur terlebih dahulu.Merubah No FiturPada fitur “Trunk Group Acces” kita bisa tambahkan awalan * atau ubah ke nomer lain yang tidak dipakai sehingga kita bisa merubah awalan atau leading number pada menu numbering plan sebelumnya.

Selanjutnya jika awalan fitur dan numbering plan tidak bentrok, maka setiap extension yang mau kita ubah menjadi awalan 80xx tidak akan mengalami masalah.

Kemudian bagaimana jika kita mau memberi satu nomer extension yang dipakai oleh 2 extension (telephone)?Syaratnya tetap tidak berubah, yaitu TIDAK ada boleh nomer extension yang sama. Tetapi kita bisa menggunakan fitur yang disebut FLOATING Extension.Dengan floating extension ini, kita bahkan bisa memberikan 128 extension dengan 1 nomer panggil saja.Caranya:

Masuk ke menu 3. Group -> 5. Incoming Call Distribution Group -> 1. Group Setting

Defaultnya, floating extension yang pertama itu adalah 601, kita mau mengubahnya menjadi 2001, syaratnya pada numbering plan, harus ada leading number atau awalan 20.Setelah selesai mengubah nomer floating ini, kemudian masuk ke menu Member List.

Pada menu member list ini, kita bisa menambahkan maksimal 128 extension

Pada menu ini kita juga bisa mengatur setting apakah extension tersebut langsung berdering atau ada delay beberapa ring, tinggal disetting sesuai kebutuhan.

Cara Setting Pembagian Trunk Line pada PABX Panasonic TDA/TDE series

Pada kasus dibawah ini menggunakan 8 line telepon. Yang dibagi menjadi:
Line 1, 2 dan 3, hanya bisa dipakai extension tertentu
Line 4 hanya bisa dipakai extension 104
Line 5 hanya bisa dipakai extension 105
Line 6,7 dan 8, hanya bisa dipakai extension tertentu
Caranya:Kita harus membuat definisi TRS pada Denied Code terlebih dahulu di program 7. TRS -> 1. Denied CodeTRS Denied CodeNote:
Level 1 = bebas
Level 2 = bisa SLJJ tanpa bisa SLI
Level 3 = hanya bisa lokal
Level 4 = hanya bisa GSM
Level 5 = hanya bisa interkom

Membagi Trunk Line menjadi grup sendiri-sendiri

Masuk ke program Menu 10. Co & Incoming Call -> 1. CO Line SettingPembagian trunk line pada grup masing-masing
Membagi COS dan Trunk yang dipakai
Masuk ke menu program:

2. System -> 7. Class of Service -> 1. COS SettingSetting COS dan trunk line yang akan dipakai pada masing-masing COSNote:
COS 1 = Bebas menggunakan line 1, 2 dan 3 saja.
COS 2 = Hanya bisa menelpon SLJJ + GSM menggunakan line 1,2,3
COS 3 = Hanya bisa menelpon lokal menggunakan line 1,2,3
COS 4 = Hanya bisa menelpon GSM saja menggunakan line 1,2,3
COS 5 = Hanya interkom
COS 11 = Bebas tapi hanya bisa menggunakan line 4 saja
COS 12 = Bebas tapi hanya bisa menggunakan line 5 saja
COS 13 = Lokal tapi hanya menggunakan line 6,7 dan 8

Mem-block trunk line pada masing-masing COS seperti settingan di atas.


Masuk ke menu program:

2. System -> 7. Class of Service -> 2. Externall Call BlockExternall Call Block, membagi line hanya bisa digunakan pada COS tertentu sajaNote:

Line atau Trunk Group 1,2,3 hanya dibuka pada COS 1,2,dan 3
Line atau Trunk Group 4 hanya dibuka pada COS 11
Line atau Trunk Group 5 hanya dibuka pada COS 12
Line atau Trunk Group 6, 7, dan 8 hanya dibuka pada COS 13

Pemberian COS pada masing-masing Extension Langkah terakhir adalah memberi COS yang sesuai pada masing-masing extension. Masuk ke menu program:


4. Extension -> 1. Wired Extension -> 1. Extension SettingPemberian COS pada masing-masing extension sesuai dengan trunk line group masing-masingNote:
Ext 101, 102 = Bebas, Line 1,2,3
Ext 103, 108, 117,118,119, 120 = Bisa Lokal, Line 1,2,3
Ext 104 = Bebas, Hanya line 4
Ext 105 = Bebas, Hanya line 5
Ext 106, 107 = Bisa lokal, hanya line 6,7,8 saja
Ext 109->115 = Ditutup hanya bisa interkom.

Panasonic – PABX – HT/TDE/TDA/NS/100/200/600 PT Program

Mulai Program Tombol Program #* 1234 ( Password Default)
Date & Time [000]
System Speed Dialling Number [001]
System Speed Dialling Name [002]
Extension Number [003]
Extension Name [004]
Extension Personal Identification Number (PIN) [005]
Operator Assignment [006]
Console Paired Telephone [007]
Absent Message [008]
Charge Margin [010]
Charge Tax [011]
Charge Rate per Unit [012]
Flexible Numbering [100]
Time Service Switching Mode [101]
Time Service Starting Time [102]
Idle Line Access (Local Access) [103]
System Password for Administrator?for PT Programming [110]
System Password for User?for PT Programming [111]
Manager Password [112]
Verified Code [120]
Verified Code Name [121]
Verified Code Personal Identification Number (PIN) [122]
Verified Code COS Number [123]
Decimal Point Position for Currency [130]
Currency [131]
Main Processing (MPR) Software Version Reference [190]
Hold Recall Time [200]
Transfer Recall Time [201]
Intercept Time [203]
Hot Line Waiting Time [204]
Automatic Redial Repeat Times [205]
Automatic Redial Interval [206]
Door Open Duration Time [207]
Call Duration Count Starting Time for LCOT [208]
DISA Delayed Answer Time [209]
DISA Trunk-to-Trunk Call Prolong Time [210]
DISA Intercept Time [211]
TRS/Barring Override by System Speed Dialling [300]
TRS/Barring Denied Code [301]
TRS/Barring Exception Code [302]
Special Carrier Access Code [303]
Emergency Number [304]
ARS Mode [320]
ARS Leading Number [321]
ARS Routing Plan Table Number [322]
ARS Exception Number [325]
ARS Routing Plan Time Table [330]
ARS Routing Plan Table (1?16) [331?346]
ARS Carrier Name [350]
ARS Trunk Group for Carrier Access [351]
ARS Removed Number of Digits for Carrier Access [352]
ARS Carrier Access Code [353]
LCOT/BRI Trunk Connection [400]
LCOT/BRI Trunk Name [401]
LCOT/BRI Trunk Group Number [402]
LCOT/BRI Trunk Number Reference [409]
LCOT Dialling Mode [410]
LCOT Pulse Rate [411]
LCOT DTMF Minimum Duration [412]
LCOT CPC Signal Detection Time?Outgoing [413]
LCOT CPC Signal Detection Time?Incoming [414]
LCOT Reverse Circuit [415]
LCOT Pause Time [416]
LCOT Flash/Recall Time [417]
LCOT Disconnect Time [418]
BRI Network Type [420]
BRI DIL/DDI/MSN Selection [421]
BRI Subscriber Number [422]
BRI Layer 1 Active Mode [424]
BRI Layer 2 Active Mode [425]
BRI Configuration [426]
BRI TEI Mode [427]
DIL 1:1 Destination [450
DID Number [451]
DID Name [452]
DID Destination [453]
Trunk Group Intercept Destination [470]
Host PBX Access Code [471]
Extension-to-Trunk Call Duration [472]
Trunk-to-Trunk Call Duration [473]
DISA Silence Detection [475]
DISA Continuous Signal Detection [476]
DISA Cyclic Signal Detection [477]
Caller ID Signal Type [490]
Pay Tone Signal Type [491]
Trunk Group Number [500]
TRS/Barring Level [501]
Trunk Call Duration Limitation [502]
Call Transfer to Trunk [503]
Call Forwarding to Trunk [504]
Executive Busy Override [505]
Executive Busy Override Deny [506]
DND Override [507]
Account Code Mode [508]
TRS/Barring Level for System Speed Dialling [509]
TRS/Barring Level for Extension Lock [510]
Manager Assignment [511]
Permission for Door Open Access [512]
Time Service Manual Switching [514]
Wireless XDP Parallel Mode for Paired Telephone [515]
Programming Mode Limitation [516]
EXtra Device Port (XDP) Mode [600]
Terminal Device Assignment [601]
Class of Service [602]
User Group [603]
Extension Intercept Destination [604]
Call Forwarding?No Answer Time [605]
CLIP/COLP Number [606]
Incoming Call Distribution Group Member [620]
Incoming Call Distribution Group Delayed Ringing [621]
Incoming Call Distribution Group Floating Extension Number [622]
Incoming Call Distribution Group Name [623
Incoming Call Distribution Group Distribution Method [62
Destination for Overflow Time Expiration [625]
Overflow Time [626]
Destination When All Busy [627]
Queuing Call Capacity [628]
Queuing Hurry-up Level [629]
Queuing Time Table [630]
Sequences in Queuing Time Table [631]
Maximum Number of Agents [632]
User Groups of a Paging Group [640]
External Pagers of a Paging Group [641]
User Groups of a Pickup Group [650]
VM Group Floating Extension Number [660]
Idle Extension Hunting Type [680]
Idle Extension Hunting Group Member [681]
PS Registration [690]
PS Termination [691]
Personal Identification Number (PIN) for PS Registration [692]
External Pager Floating Extension Number [700]
Music Source Selection for BGM2 [710]
Music on Hold [711]
Music for Transfer [712]
Doorphone Call Destination [720]
Doorphone Number Reference [729]
Outgoing Message (OGM) Floating Extension Number [730]
Outgoing Message (OGM) Name [731]
DISA Security Mode [732]
RS-232C Parameter?New Line Code [800]
RS-232C Parameter?Baud Rate [800]
RS-232C Parameter?Word Length [800]
RS-232C Parameter?Parity Bit [800]
RS-232C Parameter?Stop Bit Length [800]
External Modem Control [801]
SMDR Page Length [802]
SMDR Skip Perforation [803]
SMDR Outgoing Call Printing [804]
SMDR Incoming Call Printing [805]
Remote Programming [810]
Modem Floating Extension Number [811]
ISDN Remote Floating Extension Number [812]
Slot Card Type Reference [900]
Slot Card Deletion [901]
Slot Card Reset [902]
OPB3 Option Card Type Reference [910]
OPB3 Option Card Deletion [911]

Cara Setting Manual PABX Panasonic HT Series (TA, TEB, TES, TEM)

Dari telephone key (untuk program) berada di Jack 01 dan berisi kabel 4P: [Program] [*] [#] [password] // default password 1234 [sys pgm mode]:Set Denied Code [302] [sp-phone][sp-phone] isi: 00 [store] [hold] [303] [sp-phone][sp-phone] isi: 0 [store] [hold] [304] [sp-phone][sp-phone] isi: 0 [store] [hold] [305] [sp-phone][sp-phone] isi: [pause] [store] [hold]Set TONE [401] [sp-phone][sp-phone] pilih: [auto-ans] [auto-ans] (tampilan dilayar DTMF) [store] [hold]Set Day IN Ring [408] [sp-phone] [*] [#] [*] pilih: [auto-ans] (sampai tampilan dilayar DISABLE) [store] [hold] [409] [sp-phone] [*] [#] [*] pilih: [auto-ans] (sampai tampilan dilayar DISABLE) [store] [hold] [410] [sp-phone] [*] [#] [*] pilih: [auto-ans] (sampai tampilan dilayar DISABLE) [store] [hold]Untuk Ring defaultnya secara Mixed di bunyikan semua.Set Class Of Restricted [601] [sp-phone] [*] isi: [5] [store] [hold] [602] [sp-phone] [*] isi: [5] [store] [hold] [603] [sp-phone] [*] isi: [5] [store] [hold]COS 5= Indikasi bahwa semua extension tidak bsa di gunakan untuk telpon keluar. Selesai untuk persiapan pemrograman, boleh juga ditambah settingan program waktu di program [000]PABX HT Series, TEB, TES, TEM, termasuk type TA, mempunyai persamaan dalam setting untuk timer.Timer pada PABX type ini, yang disetting adalah extensionnya. Maksudnya, hanya extension yang bisa diberi timer, tidak seperti type pabx lain, bisa COS (class of service) yang diberi timer.Jika extension sudah diberi timer, maka 15 detik sebelum putus akan diberi peringatan berupa tone yang akan terdengar setiap 5 detik sekali, jika timernya sudah sampai, maka percakapan akan diputus otomatis.

Cara settingnya:

  • Masuk ke menu program dari key telephone extension manager, default ada di jack #01: 
  • [Program] [*#][Password] 
  • Masuk ke menu program [212]: 
  • Pilihan waktu dari timer ini adalah dari 1 menit sampai 32 menit. Pilihan timer ini berlaku sama untuk semua line CO yang ada, tidak bisa dibeda-bedakan misalnya; CO1 timer 3 menit, CO2 timer 5 menit dan sebagainya. 
  • Jika sudah di isi nilai timernya, lakukan penyimpanan dengan menekan tombol [store] 
  • Tekan tombol [hold] 
  • Masuk ke menu program [613]: 
  • Pada program ini kita akan memilih jack extension yang akan diberi timer. Defaultnya jack #01 = ext 101, jack #02 = ext 102, jack #03 = ext 103 dan seterusnya. 
  • Jika ragu ada nomer extension yang sudah berubah dari standarnya, bisa di check di program [009]. 
  • Extension yang akan diberi timer, optionnya di bikin [Enable]. 
  • Dan simpan dengan menekan tombol [store]. 

Password Menu Program

Program > * # > 1 2 3 4

Tanggal Dan Waktu

000 > Sp-phone > tahun > fwd > bulan > fwd > tanggal > fwd > jam > fwd > menit > store > hold

Batas waktu/ Timer

212 > Sp-phone > waktu 1- 32 menit > store > hold

Menentukan Ext yg di timer

613 > Sp-phone 2 X > Jack 01(pilih Jack tmbl Sp-phone) > enable / disable (Mute) > store > hold

Class Off Service

302 > Sp-phone 2 X > 01: 00 pause pause pause > store ( Dial no awal 00 dibatasi )
303 > Sp-phone 2 X > 01: 0 pause pause pause > store ( Dial no awal 0 dibatasi )
304 > Sp-phone 2 X > 01: 0 pause pause pause > store
02: 1 pause pause pause > store
S/d 10: 9 pause pause pause > store > hold ( Dial no awal 0 s/d 9 dibatasi )

Pembatasan Blokir, Lokal, SLJJ,SLI

601 > Sp-phone > Jack 01(pilih jack tmbl Sp-phone > COS 1/2/3/4 (pilih COS tmbl Mute) > store
Cos 1 : bebas, Cos 2 : SLJJ, Cos 3 : lokal, Cos 4 : terima saja

Account codes

310 > Sp-phone > 01 : isi 4 digit nomer acount > store > Sp-phone
02 : isi 4 digit nomer acount > store > Sp-phone
03 : isi 4 digit nomer acount > store > Sp-phone
S/d 16 : isi 4 digit nomer acount > store > hold

Menentukan Ext yg pakai Account Codes

605 > Sp-phone > Jack 01(pilih jack tmbl Sp-phone) > Veryviti Tool (pilih tmbl Mute) > store > hold

CO / Line conection

400 > Sp-phone 2 X > CO 1 : conect/disconect (pilih tmbl mute) > store > Sp-phone
CO 2 : conect/disconect (pilih tmbl mute) > store > Sp-phone
CO 3 : conect/disconect (pilih tmbl mute) > store > hold

Dial Mode CO / Line

401 > Sp-phone 2 X > CO 1 : DTMF (pilih tmbl mute) > store > Sp-phone
CO 2 : DTMF (pilih tmbl mute) > store > Sp-phone
CO 3 : DTMF (pilih tmbl mute) > store > hold

Pembatasan CO / line Ext keluar

405 > Sp-phone 2 X > CO 1 (pilih CO tmbl Sp-phone) > # 01 (pilih Ext tmbl FWD ) > Enable / Disable ( pilih tmbl Mute ) > store > hold

Pembatasan CO / line Ext Ring masuk

408 > Sp-phone 2 X > CO 1 (pilih CO tmbl Sp-phone) > # 01 (pilih tmbl FWD ) > Enable / Disable
( pilih tmbl Mute ) > store > hold

Cara Pemakaian Telepon TA / HT Series

  • Interkom antar Telepon = Angkat Gagang-Ext Nomor 
  • Jalur Akses untuk telepon keluar = Angkat Gagang> Tekan 9> Nomor Tujuan 
  • Kata sandi telepon = Angkat Gagang> Tekan 9> XX> Kata Sandi> Nomor tujuan 
  • Kunci Ext sementara = Angkat gagang> tekan 77> isi pin 4 digit 2x> # (kunci) 
  • Buka Ext sementara = Angkat gagang> tekan 77> isi pin 4 digit 1x> # (buka) 
  • Bantu angkat Telepon = Angkat Gagang> 40 
  • Transfer Panggilan masuk / keluar = Angkat gagang> Transfer / Flash> Ext Nomor 
  • PROGRAM DATA: KX-TA 308/616/624 / TDN PROG + * # Kata Sandi (Standar 1234) 
Tutorial cara Instalasi Jaringan Telepon PABX Bagian 5
000 Pengaturan data dan waktu
001 entri panggilan cepat Sistem
Sandi sistem 002
003 Penugasan port DSS Konsol
004 Tugas telepon pasangan untuk DSS CONSOLE
005 Transfer satu sentuhan menggunakan DSS BUTTON
006 Waktu layanan (Siang / Malam / Siang) mode berubah
007 Waktu mulai layanan waktu
008 Penyesuaian operator
009 Perpanjangan nomor tugas
100 set kelompok Berburu
101 jenis Berburu
102 Port surat suara
103 Integrasi DTFM
104 Pemilihan mode hold
105 Nada konferensi
106 Nada akses paging eksternal
107 Pemeriksaan DTMF Receiver
108 Flash mode untuk perpanjangan stasiun terkunci
109 penunjukan CO Indictor
110 mode tombol Flash
111 Pegang pilihan musik
112 mode indikasi Konsol DSS
113 Otomatis reapet ulang
114 Waktu interval pemanggilan ulang otomatis
115 pilihan pola dering perpanjangan
116 Pemilihan pola konferensi
117 Nada pengambilan panggilan
118 Pembatasan pulpa
119 Memanggil ulang setelah pulsa ke konversi nada
120 frekuensi Bell
121 Nomor akses otomatis di luar co-line
122 Rotasi otomatis untuk CO LINE
123 Break ratio
124 pilihan mode dering SLT
125 Cek pembatasan alat untuk * dan #
200 Tahan waktu ingat
201 Waktu penarikan transfer
202 Waktu mulai penerusan panggilan
203 Waktu tunda pemanggilan tunda
204 Jumlah waktu mulai penghitungan panggilan
205 Batas waktu durasi luar ke luar (CO to CO)
206 Waktu mulai panggilan
207 Kait beralih pemilihan rentang waktu lampu kilat
208 Inter digit waktu
211 Tidak ada diskoneksi panggilan
212 Batas waktu durasi CO Line
213 Bell off deteksi
300 Deteksi kode operator
301 Pembatasan tol - SSD
302 - 305 Tol pembatasan kelas 2 trought 5 ditolak kode
306 Pembatasan tol - kode pengecualian
309 Nomor telepon darurat dibuat
310 Kode akun
311 Kode penyisipan jeda otomatis
312 Pembatasan tol - kelas pengunci stasiun kunci
400 sambungan CO Line
401 mode Putar
402 Pemilihan kecepatan pulsa
403 Host mengakses kode PBX
404 Di luar (co) penugasan kelompok garis
405 - 407 Panggilan keluar yang fleksibel - D / N / L
408 - 410 Penempatan dering fleksibel - D / N / L
411 - 413 Penundaan tugas dering - D / N / L
414 - 416 Modus saluran luar (CO) - D / N / L
417 Jeda waktu
418 waktu Flash
419 Akses saluran luar (CO) yang ditentukan secara otomatis
420 Kontrol panggilan pihak (BPK)
421 deteksi BPK untuk panggilan keluar
422 Waktu diskoneksi
423 Pola dering telepon luar (CO) pilih
424 Tugas sirkuit terbalik (polaritas)
Pilihan mode panggilan masuk 500 DISA
501 DISA dibangun di Auto petugas
502 Seleksi Mode OGM
503 FAX Conection
504 DISA Tertunda waktu jawaban
505 DISA Waktu tunggu setelah OGM
506 mode DISA sibuk
507 Mode Intercept DISA
508 waktu dering DISA sebelum mencegat
509 waktu dering DISA setelah intercept
510 DISA Tidak ada mode panggilan
511 Jenis Keamanan DISA
512 kode Keamanan DISA
513 deteksi nada siklik
514 Deteksi nada faks
515 Intercept time for untuk DISA internal
516 Penugasan masuk DISA
517 waktu tunggu DISA AA
518 DISA Pemilihan nada setelah kode keamanan
519 DISA OGM Bungkam waktu
520 Grup UCD
521 UCD Waktu tunggu sibuk
522 UCD OGM Pesan waktu internal
523 UCD Sibuk mode
524 Modus Intercept UCD
525 UCD berdering sebelum memotong
526 UCD berdering setelah interupsi
600 tugas kelompok Ekstensi
601 - 603 TRS - COS (Class Of Service) Penugasan
604 Pengaturan nama Ext
605 Mode entri kode akun
606 Transfer panggilan ke saluran luar (CO)
607 Pengalihan panggilan ke saluran luar (CO)
608 Eksekutif sibuk
609 DND Overide
610 telf conection Pararelled
611 TAM (Telp Answering Machine) Ext
612 Penetapan ruang kamar613 Pemilihan batas waktu deteksi garis luar (CO)
614 Deteksi detak internal
615 Bahasa LCD
700 - 702 tugas dering Doorphone
703 - 705 Pembuka pembuka pintu
706 Pemilihan nada dering / nada telepon
707 Pilihan nada dering doorphone acces708 Penetapan dering telepon
709 Pembuka pintu waktu
800 parameter SMDR RS - 232 C Com
801 Parameter SMDR
802 Pilihan panggilan masuk / keluar untuk mencetak
803 Panggilan kecepatan rahasia / satu sentuhan pencetakan panggilan
805 pemilihan kode Akun SMDR
806 Penugasan Bahasa SMDR
999 Data sistem hapus SET INITIAL 1. Geser tombol clear sistem ke posisi “CLEAR ”2. Tekan tombol "RESET "3. Kembalikan sistem "CLEAR", beralih ke posisi "NORMAL" sebelum indikator daya berhenti berkedip. (Indikator daya akan berkedip sekitar 10 detik)

Cara Setting OGM / DISA pada PABX Panasonic HT Series

Cara pengaturannya:
Masuk Program
Kemudian dari operator telepon dilakukan perekaman (catatan: standar operator telepon itu di jack 01):


Cara merekamnya:

[program] [9] [1] [nomer ogm dari 1-8] [Jika terdengan nada tuut sambutan langsung rekam] [Store]
catatan: [program] [9] [1] Itu untuk merekam ogm. [1-8] itu untuk posisi rekaman.

Jadi yang mau merekam di ogm 1 jadi:
[program] [9] [1] [1] [rekam] [Store]

Cara memutar ulang:

[program] [9] [2] [nomer ogm]

Masuk ke sistem program:
[program] [* #] [kata sandi] ->

Masuk ke program setting dering:
[408] [sp-phone] [*] [#] [*] pilih: [auto-ans] (sampai tampilan dilayar DISABLE) [store] [hold]

ini untuk mematikan dering pada line, lakukan setting yang sama untuk mode malam dan lunch di [409-410]
Kemudian pindah ke program [414-416]

[414] [sp-phone] [*] pilih: [auto-ans] (sampai tampilan dilayar DISA) [DISA OGM no 1][store] [hold]
ulangi langkah diatas untuk mode malam dan lunch [415-416]

note: pada pilihan disa ogm, pilih nomer sesuai nomer rekaman kita tadi.

Yang diatas itu untuk settingan tanpa Auto Attendant, artinya jika penelepon tidak ada nomer tertentu, atau nomer yang salah kemudian akan kembali ke operator secara defaultnya.Tapi jika kita menggunakan petugas otomatis, misal tekan 0 untuk operator, tekan 1 untuk bagian anu, tekan 2 untuk bagian anuanu kemudian settingan plus pada mode program: [500] [sp-phone] [auto-ans: pilih Dengan AA] [simpan] [hold] Kemudian pada program [501] untuk pilihan pengaturan 0-1-2-dst install ke extension mana: [501] [sp-phone] [Tanpa Auto Attendant: 0-9] [auto-ans: pilihan jack / grup / 3level AA / bukan store] pilih jack tempat extension yang dituju. [simpan] [hold ]. catatan: pilihan jack dari jack 01 - 24, grup dari grup 1-8.
Tutorial cara Instalasi Jaringan Telepon PABX Lengkap

Tutorial cara Instalasi Jaringan Telepon PABX Lengkap


Author : TIRINFO

datePublished : 12/03/2019 07:04:00 AM

Organization : Tirinfo.com

logo TIRINFO

Url : https://www.tirinfo.com/2019/12/tutorial-cara-instalasi-jaringan.html

Share: