Apakah Seseorang Harus Menjawab Panggilan Ibunya Ketika Shalat
Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan umat Islam adalah tentang hukum menjawab panggilan orang tua, khususnya ibu, ketika sedang melaksanakan salat. Pertanyaan ini sangat relevan karena menyentuh dua nilai penting dalam Islam, yaitu kekhusyukan dalam ibadah dan hak orang tua. Dalam fiqih Islam, terdapat panduan yang jelas tentang bagaimana menyeimbangkan kedua kewajiban ini dengan baik.
Kedudukan Shalat dan Hak Orang Tua dalam Islam
Salat merupakan tiang agama Islam yang paling utama setelah dua kalimah syahadat. Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermakna: “Shalat itu adalah tiang agama.“这句话的意思是“礼拜是宗教的支柱。” tanpa salat, seorang muslim tidak dapat dianggap menjalankan agamanya dengan benar. Salat juga merupakan ibadah yang langsung dilakukan antara hamba dengan Tuhannya, sehingga kekhusyukan dan konsentrasinya sangat diperhatikan.
Di sisi lain, berbakti kepada orang tua atau birrul walidain merupakan salah satu perintah Allah SWT yang paling tegas dalam Al-Quran. Dalam Surat Al-Isra ayat 23, Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk tidak mengatakan “uf” kepada keduanya dan tidak menghardik keduanya, serta berbicara kepada keduanya dengan kata-kata yang baik. Nabi Muhammad SAW juga bersabda yang bermakna: “Keridhaan Allah terletak pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan orang tua.”
Pendapat Para Ulama tentang Menjawab Panggilan Saat Shalat
Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai hukum menjawab panggilan orang tua ketika sedang salat. Pendapat pertama menyatakan bahwa salat wajib segera dijawab jika orang tua memerlukan bantuan yang mendesak. Pendapat ini didasarkan pada kaidah figh yang berbunyi: “Menolak kemudharatan lebih diutamakan daripada mengambil kemaslahatan.“Jika menjawab panggilan orang tua dapat mencegah kemudharatan yang lebih besar, maka hal tersebut lebih utama.
Pendapat kedua menyatakan bahwa menjawab panggilan orang tua tidak membatalkan salat selama panggilan tersebut tidak disertai dengan thawaf (berputar) atau berbicara lebih dari tiga kata. Pendapat ketiga menyatakan bahwa menjawab panggilan orang tua dapat membatalkan salat, tetapi hukum membatalkan salat untuk menjawab panggilan orang tua tetap diperbolehkan karena darurat atau kebutuhan mendesak.
Kriteria Panggilan yang Harus Segera Dijawab
Tidak semua panggilan orang tua membatalkan salat atau harus segera dijawab. Dalam fiqih Islam, terdapat kriteria tertentu yang membedakan panggilan yang harus segera dijawab dari panggilan yang dapat ditunda. Kriteria pertama adalah jika orang tua dalam keadaan darurat atau membutuhkan bantuan segera, seperti sakit, kecelakaan, atau bahaya lainnya. Kriteria kedua adalah jika orang tua memerlukan bantuan untuk sesuatu yang sangat penting dan tidak dapat ditunda.
Kriteria ketiga adalah jika tidak menjawab panggilan akan menyebabkan kemurkaan orang tua yang besar atau menyakiti perasaan mereka. Dalam kasus-kasus seperti ini, dianjurkan untuk segera membatalkan salat dan menjawab panggilan orang tua, kemudian mengulangi salat tersebut setelah selesai menangani kebutuhan orang tua.
Tata Cara Menjawab Panggilan Saat Shalat
Jika memang harus segera menjawab panggilan orang tua yang mendesak, terdapat beberapa tata cara yang perlu diperhatikan. Tata cara pertama adalah berhenti salat dengan cara yang benar, yaitu dengan memberikan salam atau gerakan yang menunjukkan bahwa salat telah dihentikan sementara. Tata cara kedua adalah menjawab panggilan orang tua dengan cara yang sopan dan santun sesuai dengan perintah Allah SWT.
Tata cara ketiga adalah setelah selesai menangani kebutuhan orang tua, salat yang telah dihentikan sementara dapat diulangi dari awal jika memang memungkinkan. Namun, jika waktunya sangat terbatas, salat dapat dilanjutkan dari tempat terakhir ditinggalkan dengan menyempurnakan rakaat-rakaat yang belum selesai. Konsultasi dengan ulama yang kompeten sangat dianjurkan untuk kasus-kasus yang spesifik.
Tips Menyelaraskan Ibadah dan Berbakti kepada Orang Tua
Ada beberapa tips yang dapat membantu menyelaraskan antara kewajiban salat dengan hak berbakti kepada orang tua. Tips pertama adalah menjadwalkan salat pada waktu yang tepat agar tidak mengganggu aktivitas penting bersama orang tua. Tips kedua adalah menginformasikan kepada orang tua tentang jadwal salat sehingga mereka dapat menyesuaikan panggilan mereka.
Tips ketiga adalah menggunakan ponsel dengan getaran atau nada dering yang tidak terlalu mengganggu kekhusyukan salat. Tips keempat adalah memilih tempat salat yang dekat dengan ruangan orang tua sehingga dapat segera mendengar dan merespons panggilan mereka. Tips kelima adalah selalu memohon ampunan dan bersikap sabar ketika memang harus mengabaikan panggilan sesaat karena sedang dalam keadaan salat yang sangat penting.
Penutup
Menyeimbangkan antara kekhusyukan salat dan hak berbakti kepada orang tua memang memerlukan kebijaksanaan dan pemahaman yang mendalam tentang fiqih Islam. Dalam keadaan normal, seorang muslim dianjurkan untuk fokus sepenuhnya saat salat dan menjawab panggilan orang tua setelah salat selesai. Namun, dalam keadaan darurat atau kebutuhan mendesak, membatalkan salat untuk menjawab panggilan orang tua dibolehkan dan bahkan dianjurkan dalam Islam. Yang terpenting adalah selalu menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua dan menjelaskan tentang pentingnya salat bagi kehidupan seorang muslim.
Link Postingan : https://www.tirinfo.com/apakah-seseorang-harus-menjawab-panggilan-ibunya-ketika-shalat/