Kehidupan Rumah Tangga Aisyah dan Nabi Muhammad SAW
Kehidupan Rumah Tangga Aisyah dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam
Kehidupan rumah tangga Aisyah Radiallahu Anha bersama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah contoh terbaik bagaimana seharusnya seorang suami memperlakukan istrinya. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, meskipun sebagai pemimpin umat dan rasulullah, tetap menunjukkan kasih sayang, kelembutan, dan perhatian yang luar biasa kepada Aisyah.
Kehidupan Sederhana Penuh Cinta
Aisyah Radiallahu Anha sering menceritakan betapa sederhananya kehidupan rumah tangga mereka. Rumah mereka adalah sebuah kamar kecil yang terbuat dari batu bata dengan atap dari daun kurma. Lantainya dipenuhi dengan pasir dan tidak memiliki perabotan mewah.
Suatu ketika, Aisyah melihat istri-istri Nabi yang lain memiliki perabotan dan perhiasan yang lebih baik. Aisyah merasa sedikit iri dan bertanya kepada Nabi mengapa beliau tidak memberinya kemewahan seperti yang diberikan kepada istri lain. Nabi tersenyum dan berkata: “Wahai Aisyah, tidakkah engkau ridha bahwa aku adalah suamimu di dunia dan akhirat?” Aisyah langsung merasa bahagia dan ridho.
Artinya: “Jika dia meninggalkan kebaikan, maka sesungguhnya dia meninggalkannya untuk keluarganya. Dan jika dia mendapatkan kebaikan, maka sesungguhnya dia mendapatkannya untuk mereka.” (HR. Bukhari)
Momen Romantis Nabi dan Aisyah
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sangat perhatian kepada Aisyah Radiallahu Anha. Beliau sering menghabiskan waktu bersama Aisyah, bercanda, dan bercakap-cakap. Suatu ketika, Aisyah menceritakan bahwa beliau dan Nabi sering minum dari satu tempat yang sama. Nabi meletakkan bibirnya di tempat yang sama persis dengan tempat bibir Aisyah meletakkan.
Nabi juga sering berlari dengan Aisyah. Suatu ketika, Aisyah berlari dan Nabi mengikutinya dari belakang. Nabi berkata: “Aku mengalahkanmu.” Aisyah menjawab: “Itu karena engkau lebih berat dariku.” Kemudian Aisyah berlari lagi dan Nabi tidak mampu mengikutinya. Aisyah berkata: “Kali ini aku mengalahkanmu.” Nabi tersenyum dan berkata: “Ini karena tadi sudah adil.”
Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)
Kebersamaan dalam Kesederhanaan
Meski hidup dalam kesederhanaan, kehidupan rumah tangga Nabi dan Aisyah dipenuhi dengan kebahagiaan. Mereka sering makan bersama dari satu piring. Nabi suka memotong daging dan memberikan potongan terbaik kepada Aisyah. Nabi juga suka membasuh rambut Aisyah dan menyisirkannya.
Aisyah Radiallahu Anha menceritakan bahwa Nabi pernah bersiap untuk keluar ke masjid untuk shalat Isya. Nabi mengenakan pakaiannya dan memakai wewangian. Sebelum keluar, Nabi mendekati Aisyah dan bertanya: “Apakah engkau ingin aku shalat di rumah saja malam ini?” Aisyah menjawab: “Terserah engkau wahai Rasulullah.” Nabi pun memutuskan untuk shalat di rumah bersama Aisyah.
Bermain dan Bercanda
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bukan hanya suami yang serius, tetapi juga suami yang suka bermain dan bercanda dengan istrinya. Aisyah Radiallahu Anha menceritakan bahwa beliau suka menyembunyikan sesuatu yang dicari oleh Nabi. Ketika Nabi menemukannya, Nabi akan tersenyum dan berkata: “Dasar Aisyah, dasar Aisyah.”
Suatu ketika, Aisyah sedang menangis karena Nabi pergi terlalu lama. Ketika Nabi pulang, beliau melihat Aisyah menangis dan bertanya apa yang terjadi. Aisyah menjawab bahwa dia tidak suka Nabi pergi begitu lama. Nabi menghapus air matanya dan berkata: “Aku tidak akan meninggalkanmu begitu lama lagi.”
Artinya: “Sesungguhnya menunda-nunda (pembayaran hutang) itu adalah penambahan dalam kekufuran.” (HR. Bukhari)
Perhatian Nabi kepada Aisyah
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sangat perhatian kepada perasaan Aisyah. Beliau selalu memastikan Aisyah merasa dicintai dan dihargai. Ketika Aisyah merasa iri kepada istri-istri Nabi yang lain, Nabi selalu menenangkan dan meyakinkannya akan cintanya.
Suatu ketika, Nabi sedang bersama Aisyah ketika tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Nabi bertanya siapa yang datang. Ternyata itu adalah Hafsah, istri Nabi yang lain. Aisyah merasa iri dan berkata: “Ini Hafsah yang tidak cantik dan tidak tinggi.” Nabi tersenyum dan membiarkan Aisyah berekspresi, namun kemudian menasihatinya dengan lembut.
Kehidupan Spiritual Bersama
Selain kehidupan duniawi, Nabi dan Aisyah juga memiliki kehidupan spiritual yang sangat kuat. Mereka sering shalat bersama, berdzikir, dan membaca Al-Quran. Aisyah adalah saksi langsung bagaimana Nabi beribadah di malam hari, menangis saat berdoa, dan betapa khusyuknya Nabi dalam shalat.
Aisyah Radiallahu Anha menceritakan bahwa Nabi pernah berdiri shalat malam hingga kedua kakinya bengkak. Aisyah bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?” Nabi menjawab: “Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?”
Kesimpulan
Kehidupan rumah tangga Aisyah Radiallahu Anha dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah teladan terbaik bagi setiap pasangan suami istri Muslim. Dari kisah mereka, kita belajar bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak ditentukan oleh kemewahan materi, tetapi oleh cinta, kasih sayang, dan kecintaan kepada Allah.
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menunjukkan bagaimana seorang suami yang shaleh seharusnya memperlakukan istrinya: dengan kasih sayang, perhatian, kelembutan, dan kesabaran. Aisyah Radiallahu Anha menunjukkan bagaimana seorang istri yang shalehah seharusnya melayani suaminya: dengan cinta, hormat, dan ridho.
Artikel Terkait
Link Postingan : https://www.tirinfo.com/kehidupan-rumah-tangga-aisyah-dan-nabi-muhammad/